Sesi 3 - Unifikasi dan Harmonisasi Hukum Perdagangan Internasional

on Rabu, 10 April 2013


Mata Kuliah    : Law in International Business


Dosen             : Dr. Shidarta, S.H., M.Hum.
Tanggal           : 19 Maret 2013
Topik              : Unifikasi dan Harmonisasi Hukum Perdagangan Internasional
Metode           : Tatap Muka

Perlunya Unifikasi dan Harmonisasi Hukum

Setiap negara memiliki sistem hukum yang berbeda-beda. Perbedaan ini dikhawatirkan akan mempengaruhi kelancaran perdagangan internasional, oleh karena itu maka Majelis Umum PBB No. 2012 (XX) membuat resolusi sebagai berikut :
1. Negara-negara di dunia sepakat untuk tidak menerapkan hukum nasionalnya.
2. Apabila aturan hukum perdagangan internasional tidak ada yang disepakati oleh para pihak, maka hukum nasional salah satu negara yang digunakan. Cara penentuan hukum nasional yang akan berlaku dapat digunakan melalui prinsip Choice of Law.
3. Melakukan unifikasi dan harmonisasi hukum terhadap aturan-aturan substantif hukum perdagangan internasional.


Unifikasi dan harmonisasi adalah upaya atau proses menyeragamkan substansi pengaturan sistem-sistem hukum yang ada, termasuk juga pengintegrasian sistem hukum yang sebelumnya berbeda.

Perbedaan Unifikasi dan Harmonisasi adalah


  • Unifikasi       = penyeragaman yang mencakup penghapusan dan penggantian suatu sistem dengan sistem hukum yang baru. Misalnya : pemberlakuan perjanjian TRIPS/WTO.
  • Harmonisasi = upaya mencari keseragaman atau titik temu dari prinsip-prinsip yang bersifat fundamental dari berbagai sistem hukum yang ada dan akan diharmonisasikan.
Dalam upaya unifikasi dan harmonisasi hukum, permasalahan seperti perbedaan konsepsi dan perbedaan bahasa yang terdapat dalam berbagai sistem hukum hanya dapat ditanggulangi dengan cara menerapkan metode komparatif.

Menurut Schmitthoff, dalam Metode Komparatif, dikenal 3 metode, yaitu:
    1. Perjanjian atau Konvensi Internasional (International Convention)
        Paling banyak digunakan dengan jalan memperkenalkan hukum perdagangan 
        internasional ke hukum nasional.   Misalnya, perjanian TRIPS/WTO.

    2. Hukum Seragam (Uniform Laws)
        Misalnya : UNCITRAL 1985 (Model Law on International Commercial Arbitration) dengan 
        keleluasaan negara menerapkannya.

   3. Aturan Seragam (Uniform Rules)
       Misalnya : The Uniform Customs and Practice for Documentary Credits (1974) yang 
      dikeluarkan oleh para subyek hukum perdagangan internasional.


Lembaga-lembaga yang bergerak dalam Unifikasi dan Harmonisasi Hukum

-      World Trade Organization (WTO)    
-                     Organisasi perdagangan internasional yang berdiri sendiri dan terlepas dari    
                        badan kekhususan PBB. Semua keputusan mengenai kebijakan yang 
                        berkaitan dengan perdagangan multilateral dilakukan melalui badan ini.
             •         Dibentuk berdasarkan hasil Putaran Uruguay GATT (1986-1994).
             •         Struktur WTO dikepalai oleh badan tertinggi yaitu “Konferensi Tingkat  Menteri” 
                       (Ministerial Conference or MC)

  The International Institute for the Unification of Private Law (UNIDROIT)
             •         Organisasi antarpemerintah yang bersifat independen yang dibentuk tahun 
                       1940 bedasarkkan Statuta UNIDROIT statute dan berkedudukan di Roma, 
                        Italia.
             •         Sampai saat ini 59 negara telah menjadi anggota
             •         Tujuan utamanya melakukan kajian untuk memodernisasi, mengharmonisasi dan 
                        mengoordinasikan hukum privat, khususnya hukum komersial (dagang) di antara 
                        negara atau di antara sekelompok negara
             •              Tujuan lainnya adalah mempersiapkan harmonisasi aturan-aturan hukum privat.

   The United Nations Commission on International Trade Law (UNCITRAL)
             •          Badan perlengkapan khusus dari Majelis Umum PBB dan telah disahkan 
                         Resolusi Majelis Umum PBB No. 2205 (XXI) tahun 1966. 
             •          Tugas utamanya adalah mengurangi perbedaan-perbedaan hukum di antara  
                         negara-negara anggota yang dapat menjadi rintangan bagi perdagangan 
                         internasional. 
             •               Menghasilkan Konvensi dan Model Law dan instrumen-instrumen hukum lainnya. 

     The International Chamber of Commerce [ICC]

                Didirikan tahun 1919 dan berkedudukan di Paris.
                  Tujuan dari lembaga ini adalah melayani dunia usaha dengan memajukan 
             perdagangan, serta memajukan aliran modal. 
                 Peran penting lain dari ICC adalah sebagai badan dalam membuat kebijakan 
             kebijakan atau aturan-aturan yang dapat memfasilitasi perdagangan internasional. 
       •    Peran lain yang juga cukup penting  adalah:

§  Sebagai forum penyelesaian sengketa khususnya melalui arbitrase.
§  sebagai forum untuk menyebarluaskan informasi dan kebijakan serta 
    aturan-aturan hukum dagang internasiona di antara para pengusaha
    pengusaha di dunia; dan
§  Memberikan pelatihan-pelatihan dan teknik-teknik merancang kontrak
    serta keahlian-keahlian praktis lainnya, seperti di dalam perdagangan
    internasional. 


0 komentar:

Posting Komentar